This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, August 9, 2016

Bhuju' Berrun: Misteri gua Macan

1.1 Puncak bukit Bhuju' Berrun ditumbuhi pepohonan yang menjulang  

Bukit bhuju' berrun merupakan tempat yang memiliki cerita unik. Menurut warga setempat, konon bukit ini menjadi tempat persembunyian masyarakat Planggiran untuk bersembunyi dari kejaran tentara belanda. Di atas bukit, terdapat sumur yang belum diketahui berapa dalamnya. Namun, sumur tersebut diyakini sudah ada sejak dahulu. Warga sekitar yakin bahwa pendahulu mereka bersembunyi di dalam sumur untuk menghindari kejaran pasukan Belanda.
1.2 Sumur yang diyakini sebagai tempat persembunyian masyarakat
Planggiran untuk menghindari kejaran tentara Belanda

            Selain sumur misterius, di atas bukit juga terdapat semacam tempat yang diyakini digunakan untuk bertapa atau bermusyawarah bersama. Bentuknya segitiga namun terbuat dari susunan bebatuan yang tersusun rapih dan sangat kokoh. Bhuju’ berrun sendiri diyakini warga sebagai makam (bhuju’) dari Damar wulan yang sudah wafat beratus-ratus tahun yang lalu. Hingga saat ini, warga sekitar masih berkunjung untuk ziarah.

            Tidak hanya itu, satu hal yang sangat menarik untuk di bahas jika kita berbicara tentang bhuju’ berrun. Menurut warga, ada gua yanng masih menjadi cerita misterius. Warga sekitar menyebutnya Gua Macan. Kami sendiri belum bisa berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana bentuk dari gua macan ini. akan tetapi, menurut warga sekitar. Gua ini tidak akan terlihat jika masyarakat luar berkunjung ke tempat ini. seperti yang kita ketahui, masyarakat Madura pernah menjadi masyarakat yang memiliki keyakinan dinamisme. Jadi tak heran jika mitologi masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Madura, begituhalnya di desa Planggiran ini.

Menikmati Sunset di Ketinggian ±600 mdpl




Desa Planggiran merupakan desa yang berada di kecamatan Tanjungbumi. Desa ini memiliki letak geografis yang cukup strategis, yaitu berada di dataran rendah. Namun, dikelilingi oleh perbukitan yang menjulang tinggi menampakan keelokannya. Hijaunya lahan pertanian disepanjang jalan utama desa Planggiran membuat mata tak hentinya untuk melirik sudut satu ke sudut yang lainnya. Bukit Bhuju’ Berrun merupakan daerah perbukitan yang berada diujung selatan desa Planggiran dan menjadi perbatasan antara desa Planggiran dengan desa Korogan, kec. Kokop.

Tidak sulit menuju bukit yang pernah menjadi persembunyi para pejuang dari kejaran tentara Belanda pada waktu itu. Hanya beberapa menit dari pusat desa, kita akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah. Seperti yang sudah penulis jelaskan, di bagian seltan bukit bhuju’ berrun terdapat perbukitan pula (belum diketahui namanya), dengan warna hijaunya yang khas disertai persawahan yang bertindak menambah eloknya pemandangan di bawah sana. Sedangkan untuk diujung utara bukit bhuju’ berrun, kita bisa melihat birunya laut utara Madura. Jadi dapat dikatan bahwa, bukit Bhuju’ Berrun bukit pemisah antara bukit dan lautan lepas.


Tidak sulit pula untuk mencapai puncak bukit, karena kendaraan bermotor dapat menembus jalan setapak bebatuan yang menjadi ciri khas setiap bukit-bukit yang ada di Madura khususnya di Bangkalan. Selain bisa melihat pemandangan perbukitan dan lautan lepas dari ketinggian ±600 mdpl, kita juga bisa menyambut sunset atau matahari terbenam dari ujung bukit. Jika biasanya kita melihat sunset di pantai-pantai, namun anda harus mencoba untuk melihat betapa indahnya sunset dari ketinggian ±600 mdpl ini.




Menyambut 17 Agustus: Tarik Ulur




Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 71, KKN UTM kelompok 39 mengadakan lomba dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI. Acara berlangsung selama ± satu minggu. Yaitu mulai dari tanggal 2 agustus hingga tanggal 8 agustus. Ada sekitar 16 lomba yang diselenggarakan dan hampir dikuti oleh adik-adik di desa Planggiran. konsep yang kami susun adalah membangun semangat nasionalisme anak-anak di Desa Planggira dengan menyambut Kemerdekaan RI yang ke-71. Antusiasme masyarakat  Planggirans sangat terlihat dari banyaknya adik-adik yang ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba yang sudah kami sediakan. Mulai dari adik-adik yang ada di SDN Planggiran 1, SDN Planggiran 2, SMP, PAUD, bahkan masyarakat sekitar.


Lomba yang paling banyak digemari adalah lomba balap karung, tarik tambang, dan makan kerupuk. Halaman SDN Planggiran 2 pecah ruah tatkala sorak semangat adik-adik saling mendukung jagoan mereka. Saling membalas soarakan, namun itu salah satu tujuan kami mengadakan lomba ini, hanya untuk memeriahkan desa Planggiran dalam menyambut 17 agustus 2016 ini. Semangat adik-adik di SDN Planggiran 2 semangat membara ketika lomba tarik tambang dimulai. Bagi kami, lomba tarik tambang merukan lomba yang amat memberikan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Tarik-menarik membangun semangat melawan lawan, meskipun terjatuh tapi mereka akan tetap mencoba berdiri hingga lawan takluk. Nah, disitulah rasa senang sebagai imbalan atas kerja keras yang sudah ditumpahkan.


Tidak sampai di situ saja, kemeriahan semakin pecah ketika lomba balap karung dimulai. Untuk hari pertama lomba, kami sempat terkejut dengan antusias adik-adik di SDN Planggiran 2 dalam mengikuti lomba. Salah satunya adalah lomba lari karung ini. Lomba ini juga mengajarkan kita untuk tetap berjuang meskipun kemampuan kita terbatas. Sebenarnya amsih banyak sekali lomba-lomba yang kelompok 39 adakan. Melihat antusias adik-adik di hari pertama pelombaan, kami semakin yakin mereka akan tetap bersemangat dalam mengikuti lomba-lomba yang akan berlangsung selama satu minggu ini.  


Tuesday, August 2, 2016

Semangat Adik-Adik di Desa Planggiran dalam Menyambut 17 Agustus





Sejak pagi, adik-adik yang ada di desa Planggiran berkumpul di halaman SDN Planggiran 2 yang berada di dusun Rongbunter. Antusiasme adik-adik di desa Planggiran terlihat dari semangat mereka untuk menghadiri dan memeriahkan acara “Lomba Menyambut 17 Agustusan” yang diadakan oleh KKN UTM kelmpok 39 di Desa Planggiran. Kepala sekolah SDN Planggiran 2 sangat mengapresiasi keberadaan lomba yang kami adakan dihalaman sekolah ini. tidak hanya adik-adik dari SDN Planggiran 2 saja yang mengikuti lomba, tapi ada juga dari SMP Islam Al-Kholiliyah dan masyarakat sekitar.

Lomba dimulai dengan lomba nyu’un gheddeng, lomba ini mengajarkan kepada peserta lomba untuk berkonsentrasi dan melatih keseimbangan mereka. Bukan hanya itu, tujuan utama kami mengadakan lomba-lomba ini untuk membangun semangat adik-adik dan masyarakat Planggiran dalam menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-71 pada 17 agustus mendatang. Lomba dilanjutkan dengan lari karung. Lomba semakin meriah dan membakar semangat para peserta lantaran persaingan yang semakin ketat.


Yang terakhir adalah lomba sarung estafet. Lomba ini melatih kekompakan setiap kelompok, kerana masing-masing kelompok harus berlomba menyelesaikan misi dengan satu sarung. Meskipun panas terik matahari menyengat, adik-adik di Desa Planggiran tetap semangat mengikuti lomba hingga selesai. Untuk hari ini (Selasa, 2 Agustus 2016), teman-teman KKN kelompok 39 hanya mengadakan 3 lomba saja, namun akan berlanjut hingga hari sabtu (6 Agustus 2016) mendatang. Kami berharap, lomba yang kami adakan ini memberikan energi positif kepada adik-adik dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri mereka.


Monday, August 1, 2016

Pengajian Akbar Bersama Dosen Nur Kholis Majid, S. HI., M. HI.: “Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Muda”





            Planggiran, 31 Juli 2016- Acara bertajuk Pengajian Akbar yang berlangsung minggu malam kemarin mengambil tema “Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Muda” berjalan dengan meriah dan sukses.  Antusiasme warga desa Planggiran untuk menghadiri acara ini dapat dibuktikan dengan banyaknya undangan yang menghadiri acara. Kelompok 39 ingin memberikan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan bagi warga sekitar, khususnya bagi generasi muda di desa Planggiran. Pemateri utamanya adalah dosen dari Fakultas Ilmu Syariah Universitas Trunojoyo Madura, yaitu Bapak Nur Kholis Majid, S. HI., M. HI.

Acara  dimulai pukul 20.00 WIB tepat setelah pemateri sampai di Kampung Masaran, Desa Planggiran. Pemateri harus menempuh jarak puluhan kilometer dari Surabaya menuju Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.  Acara pengajian akbar dipandu oleh Ustad Ahmad, berlanjut pada pembukaan dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Acara semakin khitmad  tatkala Ustad Dofir melantunkan ayat suci Al-Quran dengan suaranya yang khas. Perlu di ketahui, Ustad Dofir adalah juara dua Qori’ se-Jawa Timur.

Kemudian acara dilanjutkan oleh sambuta-sambutan. Sambutan pertama di sampaikan oleh Kordes Kelompok 39, yaitu Taufik Hidayah. Taufik menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh warga yang sangat antusias sekali menghadiri acara Pengajian Akbar ini. Sambutan ke-2 disampaikan oleh Bapak H. Matsuri selaku kepala desa di desa Planggiran ini sekaligus membuka acara lomba menyambut 17 Agustusan yang akan dimulai pada hari selasa tanggal 2 Agustus 2016.


   Acara inti diisi oleh bapak Nur Kholis Majid, S. HI., M. HI.. Tema yang diangkat adalah “Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Muda”. Bapak Kholis menyampaikan rasa bangganya karena baru kali ini ada teman-teman KKN yang menyelenggarakan sosialisasi yang dibungkus dengan acara pengajian. Beliau juga berbagi mengenai pendidikan tinggi. Mulai dari tatacara mendaftar, hingga beasiswa yang ada di perguruan tinggi sehingga menarik perhatian seluruh warga desa yang menghadiri acara kemarin malam. Bapak Kholis juga menegaskan bahwa kuliah di perguruan tinggi itu tidak selalu membutuhkan biaya tinggi. Buktinya, banyak sekali teman-temn yang melakukan KKN di Desa Planggiran adalah anak seorang tani.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan warga. Banyak sekali warga yanng antusias bertanya mengenai pendidikan tinggi. Kami berharap, setelah adanya sosialisasi ini semangat warga untuk menyekolahkan anaknya semakin tinggi. Karena, mayoritas adik-adik yang tidak lanjut pendidikan bukan karena mereka tidak ingin belajar, akan tetapi karena faktor ekonomi yang membuat mereka lebih memilih untuk bekerja dibandingkan kuliah atau sekolah di perguruan tinggi.

Friday, July 29, 2016

Bertemu dengan Calon Orang-Orang Hebat di SDN Planggiran 2




Sekolah Dasar Negeri (SDN) Planggiran 2 merupakan sekolah dasar negeri yang terletak di Dusun Pangtengghi Desa Planggiran Kec. Tanjungbumi Kab. Bangkalan. Saat ini bapak Abdurrahim Shaleh, S. Pd. Menjadi kepala sekolah sekolah ini sejak tahun 2014 lalu. Tidak seperti Sekolah Dasar Negeri 1 Planggiran, lokasi SDN Planggiran 2 jauh dari jalan utama desa. ±1 KM dari dusun Masaran (rumah Kepala Desa). Total pengajar di SDN Planggiran 2 berjumlah 11 orang dan mayoritas pengajar di sekolah ini bergelar sarjana (S1), tapi ada pula yang lulusan MA dan SMK. Jumlah keseluruhan pengajar di Sekolah Dasar Negeri Planggiran 1 ini 12 orang pengajar.

Peserta didik berasal dari desa Planggiran sendiri. Ada sekitar 166 peserta didik yang terdaftar di arsip SDN Planggiran 1 (terhitung dari kelas 1 hingga kelas 6). Sarana dan prasarana bisa dibilang masih kurang, karena untuk mencapai sekolah SDN Planggiran 2 harus melintasi perkampungan bagian dalam perkampungan dengan prasarana yang masih belum diperbaiki secara keseluruhan. Fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, kamar mandi, ruang guru, dan ruang kepala sekolah yang sudah memadai. Fasilitas lain yang masih jauh kata lengkap. Karena, belum ada laboratorium IPA, lapangan olahraga, fasilitas pendukung pelajaran seperti foto-foto presiden yang masih menggunakan presiden yang lama atau Susilo Bambang Yudyono dan Boediono, tidak ada gambar pahlawan-pahlawan yang ditempel ditiap kelas, peta dunia, dan sebagainya.  



Belajar Bersama di SDN Planggiran 1




        Sekolah Dasar Negeri (SDN) Planggiran 1 merupakan sekolah dasar negeri yang terletak di Dusun Planggiran Desa Planggiran Kec. Tanjungbumi Kab. Bangkalan.  Sekolah dengan luas 2050 m2 ini mudah kita temui karena lokasinya berada di pinggir jalan utama desa Planggiran atau berada di lokasi yang strategis. Mayoritas pengajar di sekolah ini bergelar sarjana (S1), tapi ada pula yang bergelar magister (S2). Jumlah keseluruhan pengajar di Sekolah Dasar Negeri Planggiran 1 ini 12 orang pengajar.
Peserta didik mayoritas berasal dari desa Planggiran sendiri. Ada sekitar 142 peserta didik yang terdaftar di arsip SDN Planggiran 1 (terhitung dari kelas 1 hingga kelas 6).
Fasilitas pendukung yang ada di Sekolah Dasar Negeri 1 Planggiran bisa dibilang masih belum lengkap. seperti tidakadanya lapangan olahraga, gedung perpustakaan, dan laboratorium. Akan tetapi, ruang kelas sangat cukup memadai. Fasilitas pendukung lainnya seperti gambar-gambar pahlawan, media pembelajaran, peta dunia, dan sebagainya dapat ditemukan ditiap-tiap kelas.